Lembaga Internasional Sumbang Kegiatan ASKOBI

Posted on | September 9, 2010 | No Comments

Lembaga-lembaga internasional, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Inggris dan Australia membantu menyediakan dana bagi kesehatan korban ledakan teror bom dan kampanye antiteror yang dilakukan Asosiasi Korban Bom Terorisme di Indonesia (ASKOBI).

“Selama ini pendanaan kegiatan kami (pemberian bantuan kesehatan, kampanye anti teror dan sosialisasi), merupakan donasi dari lembaga-lembaga internasional asing serta dari kedutaan Amerika, Inggris, dan Australia,” kata Wakil Ketua ASKOBI, Mulyono Sutrisman di Jakarta. 
Menurut dia, ASKOBI memohon perhatian Pedmerintah Indonesia bagi nasib para korban serangkaian ledakan bom teror yang terjadi di Tanah Air. 
ASKOBI menyelenggarakan acara peringatan tragedi enam tahun bom Kuningan pada 9 September 2004, yang juga dihadiri oleh korban, keluarga korban dan relawan dari tragedi bom BEJ, Kedubes Australia, JW Marriot, bom Bali I dan II. 
Peristiwa bom Kuningan menewaskan 90 persen warga pribumi bahkan 75 persen di antaranya merupakan kalangan menengah ke bawah, tambah Mulyono, yang terluka di bagian rahang pada saat bom Kuningan 2002. 
“Dalam setiap kasus, efek ledakan bom baru akan terasa setelah dua atau tiga tahun. Kami berharap pemerintah tidak begitu saja lupa akan tragedi itu dan membantu para korban,” ujarnya. 
ASKOBI sendiri berdiri atas dorongan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kata Humas ASKOBI, Vivi Normasari. Vivi menjelaskan bahwa pihaknya terus mengharapkan keseriusan pemerintah dalam menangani korban pasca tragedi berlangsung, terlebih dalam biaya perawatan kesehatan untuk pemulihan kondisi korban. 
“Jika ada peledakan bom lagi, kami akan jadi yang pertama turun sebagai relawan karena kami tahu bagaimana rasanya (terabaikan untuk mendapat perawatan medis),” ujarnya. (Ant/X-11)

Sumber : mediaindonesia.com, Kamis, 09 September 2010

Foto : primaironline.com

Share

Comments

Tuliskan Komentar

You must be logged in to post a comment.

  • Selamat Datang

    Optimis Indonesia menerima sumbangan konten berupa reportase, tulisan lepas, foto, audio dan video yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan situs ini. Konten yang dikirim adalah orisinil (karya sendiri).
    Pengelola akan mereview setiap kiriman dan melakukan proses editorial bila diperlukan, kemudian mempublishnya pada portal.
    Pengunjung dapat mengirim konten melalui email : pengelola@optimisindonesia.net
    Kiriman Anda kami tunggu.

  • Jajak Pendapat

  • Forum Diskusi

    Siapa anggota DPR-RI periode 2009-2014 yang menurut Anda paling dapat diandalkan menjadi wakil rakyat sesungguhnya?

  • Diskusi di sini

    Last Message
    4 months, 2 weeks
     ago
    • geubrina rizky : asalamualaikum pak , saya anak nya hasanuddin , temen smp anda di darussalam banda aceh , apakah anda masih ingat dengan ayah saya ? bisakah saya mendapatkan alamat email anda pak ?
    • Guest_3615 : optimis selalu di setiap hal
    • ulmaisah : Masih ada yang optimis terhadap di indonesia, luar biasa.. saya acungi jempol. «link»
    • Guest_2710 : M Ade Irawan akan mempergelarkan 'Solo-Piano-Reci tal' (at the Opera House - Sydney, Australia, on May 31st, 2011). Tujuan dari resital antara lain untuk mempromosikan Indonesia, sekaligus membawa nama baik tunanetra Indonesia yg berbakat di bidang musik. Oleh karena itu, direncanakan setidaknya 100 tunanetra Australia dari 'local blind association' akan hadir dlm resital Ade. Keterangan lebih lanjut dapat dihubungi Bpk. Jaya Suprana, yg akan 'memandu' langsung resital tsb..... Please wish him l
    • Jojo Rohi : Salam dari Jakarta. Websitenya keren :)
    • mustakim samarinda : harus di urus kasus century , semua isu yg diangkat adalah sengaja untuk menutupi century termasuk malaysia,aril dan yang paling hangat adalah undangan calon ketua kpk ke istana
    • Dian : Eva Sundari yg dari PDI-P
    + -
  • KPK Kerahasiaan Anda
  • KPK Adukan Saja
  • KPK Koruptor dikandangkan
  • Korupsi - jangan melempem
  • Korupsi - sedikit banyak sama saja
  • Cicak Lawan Buaya
  • Korupsi Has No Face
  • Kampanye HIV AIDS
  • Nyalakan Indonesia
  • Deklarator

    Restu Hapsari Restu Hapsari

    Profil


     

    Conda Prihastanto

    Profil


    Haryanto Soedjatmiko

    Profil


  • Menjelang berangkat ke Sydney, Australia, seniman luar biasa yang mempunyai beragam predikat Jaya Suprana, bertemu dengan Ade Wonder Irawan (16), pianis tunanetra kelas dunia, yang juga mau berangkat ke Yogyakarta, Senin (13/12) petang di Gedung Kesenian Jakarta, dalam acara bertajuk Concert Lecture Chopin dalam Jazz. Jaya berbicara soal musik jazz, aliran musik yang menganut kebebasan. Kebebasan yang dilandasi kekuatan teknik dan musikal. Tidak ada yang sama dalam musik jazz. Komposisi yang sama, jika dimainkan di tempat yang berbeda, pasti cara memainkannya berbeda. Rasanya beda. Kalau sama, itu rekaman, katanya. Sore itu, Jaya juga berbicara tentang pianis remaja tunanetra Indonesi a, Ade Irawan. Ade dalam ber musik seolah memiliki keajaiban, sehingga pada nama Ade pantas diberi tambahan gelar Wonder, sehingga menjadi Ade Wonder Irawan. Menurut Jaya, Ade tidak tidak pernah berguru, tetapi kemampuannya main piano tidak saja luar biasa, tapi ajaib. A de adalah keajaiban ke-8 di Indonesia, candanya, dengan mimik serius. Saya berani bilang, Ade tak ada duanya di dunia. Ia tahu esensi swing dan esensi lainnya seperti blues . Untuk membuktikan itu, Ade menampilkan komposisi Prelude karya Chopin yang dimainkan dalam gaya jazz, blues, swing, boogie, jazz samba/latin, fusion, smooth jazz. Bahkan, Ade juga diminta main sebebas-bebasnya. Ade memainkan seluruhnya dengan dahsyat. Jaya Suprana menikmatinya, sembari memejamkan mata. Sedangkan lagu tambahan berjudul Chicken , Oleo , dan Donali , atas permintaan penonton. Mata jari Ade sungguh ajaib. Tapi satu pun nada yang meleset. Bahkan, improvisasinya sangat mengagumkan. Menikmati permainan piano Ade lebih nikmat dengan memejamkan mata, kita mencoba masuk ke dalam olahan rasa musik , yang kalau SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menonton, pasti memangis, tandas Jaya Suprana yang dikenal sebagai pengusaha, pembicara, presenter, penulis, kartunis, pemain piano hingga pencipta lagu yang diakui lembaga tingkat dunia. Jaya menilai permainan piano Ade Wonder Irawan sebagai kelas dunia. Si Korea (He Ahh Lee), yang juga pianis luar biasa, tidak bisa kalahkan dia. Ade pianis muda yang telah membuat resital. Ini bukti kekuasaan Tuhan. Guru Ade adalah Tuhan. Beruntung, ini dianugerahkan Tuhan ke bangsa Indonesia, paparnya. Menurut ayah Ade, Irawan Subagio, Ade mengembangkan bakat musik jazz secara otodidak di Chicago US A. Ia diakui para musikus jazz terkemuka Amerika Serikat sebagai salah seorang pianis jazz terbaik di dunia . Selama di Chicago mulai 2003 hingga 2007, Ade juga ikut dalam beberapa pertunjukan jazz seperti Chicago Winter Jazz Festival di Chicago Cultural Center pada April 2006 dan Januari 2007. Ade sejak usia 2,5 tahun sudah mulai tertarik piano. Pada usia 5 tahun, ia sering diajak menonton jazz dan mendengarkan CD musik jazz. Dalam satu album, setelah mendengarkannya selama setengah sampai satu hari, ia mampu memainkannya semua lagu dalam album tersebut, ungkapnya. A de juga melakukan a udisi khusus dengan musisi jazz Amerika Serikat, seperti Coco Elysses-Hevia, Peter Saxe, Ramsey Lewis, John Faddis, Dick Hyman, Ryan Cohen dan Ernie Adams, juga dia ikuti. Ade pun dipercaya sebagai pianis tetap pada acara musik Farnsworth S chool di Chicago dan pengisi tetap Jazz Links Jam Session (Jazz Institute of Chicago) di Chicago Cultural Center.Berbagai pengalaman itu pula yang menempa permainan jazz Ade hingga seperti sekarang. Jaya Suprana School of Performing Arts, 24 Juni lalu, ketika menggelar Resital Piano Ade di Bentara Budaya Jakarta, mem berikan anugerah Certificate of Honor Recital Master Class. Ade yang terpilih sebagai P emain Keyboard Terbaik pada Lomba Anak Berbakat se-Indonesia tahun 2009 ini, juga pernah tampil pada Java Jazz Festival, maret 2010. Oleh : Yurnaldi Sumber : Kompas, Selasa, 14 Desember 2010 | 00:06 WIB Image : surabayamuda.com

    Featuring Recent Posts Wordpress Widget development by YD